Thursday, 7 March 2013

Pesta Parak Iwak Siap Meriahkan Festival Serayu


BANJARNEGARA - Festival Serayu Banjarnegara 2013 akan dimeriahkan dengan acara unik dan menarik di Sungai Serayu. Acara unik tersebut yakni Pesta Parak Iwak yang akan digelar 26-27 Agustus 2013.
Bupati Sutedjo Slamet Utomo mengatakan, Pesta Parak Iwak merupakan sebuah bentuk pengejawantahan kesadaran masyarakat di sekitar Serayu, yang telah merasakan manfaat sungai tersebut.
"Parak iwak akan diawali prosesi pengambilan Ulam Sari Tirta Nyawiji dari telaga-telaga di Dataran Tinggi Dieng. Yakni Telaga Balekambang, Merdada, Sewiwi, Sendang Sedayu, Telaga Pengilon, Telaga Warna, dan Telaga Cebong," katanya, baru-baru ini.
Ulam Sari Tirta Nyawiji itu kemudian ditempatkan dalam bokor Tumus Pandeleng Ing Manah dan dikirab melalui Kota Batur, Wanayasa, Karangkobar, Banjarmangu, dan disemayamkan di Madukara.
Baru hari berikutnya dikirab ke Serayu dan dilarung. Para wisatawan dapat ikut acara itu dari mulai gogoh iwak, menangkap ikan di sungai, makan bareng seribu tumpeng, sembari menikmati hiburan seni-budaya.
Agenda lain, yakni parade budaya yang digelar 24 Agustus, gelar seni (24-31 Agustus), Serayu Expo (28-31 Agustus), Banjarnegara Bersholawat (31 Agustus), dan Banjarnegara Hijau (31 Agustus).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara, Aziz Achmad, mengatakan, tahapan saat ini adalah menggencarkan promosi melalui berbagai media, antara lain bekerja sama dengan komunitas blog, duta wisata, dan juga road show keliling berbagai daerah.
Harapannya, dengan promosi tersebut bisa menggaet banyak wisatawan ketika berbagai agenda wisata digelar. 

Tuesday, 5 March 2013

Antara Visit Jateng dan Festifal Serayu Banjarnegara 2013

Banyak pihak mempertanyakan keterkaitan antara Visit Jawa Tengah 2013 dan Festival Serayu Banjarnegara 2013. Jawabannya singkat yaitu sangat terkait. Bahkan bukan hanya Festival Serayu saja yang terkait tetapi juga “Lomba Arung Jeram Internasional” dan “Dieng Culture Festival” 

Festival Serayu Banjarnegara (FSB) 2013 akan digelar selama sepekan (24 – 31 Agustus 2013). Lomba Arung Jeram Internasional akan berlangsung tiga hari (25 – 28 April 2013). Sedangkan Dieng Culture Festival (DCF) dilaksanakan dua hari (29 Juni – 1 Juli 2013). Event – event tersebut digelar dalam rangka mensukseskan Visit Jawa Tengah 2013 sekaligus mempromosikan potensi wisata yang ada di Banjarnegara.
VISIT JAWA TENGAH
Latar belakang Visit Jawa Tengah 2013 berawal dari obsesi Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo yang ingin menjadikan Jawa Tengah sebagai “Pusat Kebudayaan dan Destinasi Pariwisata Utama Indonesia”. Obsesi tersbut dilandasi adanya keragaman produk budaya dan pariwisata di Jawa Tengah (sejarah, seni, religi, buatan, pegunungan, pantai, heritage, kuliner, dll).
Selain itu Jawa Tengah memiliki empat Destinasi Pariwisata Nasional (RIPPARNAS), yang terus ditata dengan dana APBN/APBD. Keempat destinasi pariwisata nasional dimaksud adalah Borobudur – Dieng, Semarang – Karimunjawa, Solo – Sangiran, Pangandaran – Nusakambangan.

Monday, 25 February 2013

Agenda Festival Serayu Banjarnegara 2013

Kabupaten Banjarnegara, adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Kota Kabupaten yang kini berusia 181 itu, memiliki banyak potensi termasuk potensi obyek wisata dengan unggulannya Dataran Tinggi Diengnya.


Sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata, dalam tahun ini Pemerintah setempat  akan menggelar “Festival Serayu Banjarnegara 2013” yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 hingga 31 Agustus 2013.
Festival Serayu Banjarnegara 2013, yang gebragannya sudah mulai terasa ini, nampaknya akan menjadi titik kebangkitan budaya dan pariwisata di Banjarnegara di mata Indonesia dan dunia, serta momen untuk menjadikan pariwisata sebagai akselarator bagi pembangunan potensi ekonomi, sosial dan budaya Banjarnegara agar lebih dikenal, lebih dinikmati dan memiliki nilai jual.

Dengan Modal Rp 1 Juta, Mu'minah Mengembangkan Batik Gumelem

Siang itu, hamparan sawah di Desa Gumelem Kulon dan Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah masih kelihatan hijau. Itu artinya masyarakat disana belum ada kesibukan untuk memanen padi. Dalam suasana seperti itu masyarakat setempat lebih banyak memanfaatkan waktunya untuk membatik.

Menurut penduduk setempat, kegiatan seperti itu sudah rutin dilakukan oleh kaum perempuan secara turun-temurun sebagai pekerjaan sampingan selain sebagai petani dan buruh tani.
Mu’minah (81 th) dari Desa Gumelem Kulon termasuk salah satu dari sekian banyak ibu rumah tangga yang tetap eksis mempertahankan keberadaan batik tulis “Gumelem” Banjarnegara. Melestarikan seni adiluhung yang diberikan orang tuanya, adalah alasan paling tepat ia mempertahankan seni rupa dua dimensional itu.

Dibalik Mitos Buah Terong

Secara kebetulan saya termasuk penggemar masakan sambal terong ungu karena rasanya yang sungguh nikmat. Namun suatu ketika saya merasa sedikit mendongkol ketika ada beberapa pelayan cantik di sebuah Rumah Makan yang secara tiba-tiba berkelakar “Jangan terlalu sering makan terong” nanti ndak loyo lho pak.

Dalam benak hati saya timbul pertanyaan, ada apa dibelakang nikmatnya masakan terong?. Ternyata ada mitos bahwa laki-laki dilarang makan terong karena bisa mempengaruhi keperkasaan lelaki. Peristiwa inilah kemudian mendorong saya untuk membuat tulisan tentang si buah ungu terong yang sebenarnya.
Barangkali kelihatannya saja, buah terong yang setelah dimasak bentuknya loyo, maka terong dituding sebagai sesuatu yang dapat mengganggu keperkasaan kaum lelaki, bahkan didesas-desuskan dapat menimbulkan impotensi. Maka tak pelak anggapan itu berakibat terong bak musuh yang menakutkan bagi sejumlah laki-laki, padahal itu hanyalah sebuah mitos.

Manfaat Jahe Bagi Kesehatan Tubuh

Jahe adalah tanaman rempah yang sudah cukup lama dikenal oleh masyarakat secara luas. Pemanfaatannya tidak sebatas sebagai bumbu makanan atau obat tradisional saja, tetapi banyak diperdagangkan sebagai bahan industri obat-obatan, kosmetik, minuman dan makanan ringan. Karena manfaatnya yang cukup banyak, menjadikan jahe sangat terkenal hingga ke manca negara.

Asal tahu saja, jahe mengandung satu sampai empat persen minyak atsiri dan oleoresin. Komposisi minyak yang terkandung bervariasi tergantung kondisi geografis dimana jahe ditanam. Kandungan/ekstrak yang kaya membuat jahe menjadi alternatip untuk peluruh dahak atau obat batuk, peluruh keringat, peluruh angin perut, diare dan pencegah mual.
Selama ini jahe cukup populer dan banyak digunakan sebagai obat herbal karena banyak memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh seperti gangguan pada organ pencernaan maupun pernafasan. Jahe juga mampu meredakan kembaung karena memiliki sifat stimultan dan ekspektoran. Jahe juga memiliki mineral yang berguna seperti kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, tembaga, seng dan juga vitamin.